Pengertian Cloud Computing
Komputasi awan (Cloud Computing)
adalah di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan
tersimpan secara sementara di komputer pengguna atau client seperti desktop,
komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor
dan lain-lain.
Cloud Computing (Komputasi awan) adalah
gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis
Internet (awan). Awan (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana awan
yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer.
Komputasi awan (Cloud Computing) adalah
suatu konsep umum tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas mencakup SaaS,
Web 2.0 dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk
memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps
menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu
penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server.
Sebagaimana awan dalam diagram jaringan
komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi
dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda
komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai
suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya
lewat Internet (di dalam awan) tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya,
ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang
membantunya.
Sejarah Cloud Computing
Konsep awal dari Cloud Computing muncul pertama
kali pada tahun 1960 oleh John McCarthy yang berkata “komputasi suatu hari
nanti akan menjadi sebuah utilitas umum” ide dari cloud computing sendiri
bermula dari kebutuhan untuk membagikan data untuk semua orang di seluruh
dunia. Mohamed J.C.R Licklider, pencetus ide ini, menginginkan semua orang
untuk dapat mengakses apa saja di mana saja. Dengan munculnya grid computing,
cloud computing melalui internet menjadi realitas.
Cloud computing adalah sebuah mekanisme
dimana kemampuan teknologi informasi disediakan bukan sebagai produk, melainkan
sebagai layanan berbasis internet yang memungkinkan kita “meenyewa” sumber daya
teknologi informasi (software, processing power, storage, dan lainnya) melalui
internet dan memanfaatkan sesuai kebutuhan kita dan membayar yang digunakan
oleh kita saja.
Cloud computing merupakan evolusi dari
vrtualization,service oriented architecture, autonomic dan utily computing.
Cara kerja dari cloud computing bersifat transparan, sehingga end-user tidak
perlu pengetahuan, control akan, teknologi insfratuktur dari cloud computing
untuk dapat menggunakannya dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka .merka hanya
perlu tahu bagaimana cara mengaksesnya.
Cloud computing adalah hasil dari evolusi
bertahap di mana sebelumnya terjadi fenomena grid computing, virtualisasi,
application service provision (ASP) dan Software as a Service (SaaS). Konsep
penyatuan computing resources melalui jaringan global sendiri dimulai pada
tahun ‘60-an. Saat itu muncul “Intergalactic computer network” oleh J.C.R. Licklider,
yang bertanggung jawab atas pembangunan ARPANET (Advanced Research Projects
Agency Network) di tahun 1969. Beliau memiliki sebuah cita-cita di mana setiap
manusia di dunia ini dapat terhubung dan bisa mengakses program dan data dari
situs manapun, di manapun. Menurut Margaret Lewis, Direktur Marketing Produk
AMD. “Cita-cita itu terdengar mirip dengan apa yang kini kita disebut dengan
cloud computing”. Para pakar komputasi lainnya juga memberikan penambahan
terhadap konsep ini, di antaranya John McCarthy yang menawarkan ide mengenai
jaringan komputasi yang akan menjadi infrastruktur publik, sama seperti the
service bureaus yang sudah ada sejak tahun ‘60-an.
Semenjak tahun ‘60-an, cloud computing telah berkembang berdampingan dengan
perkembangan Internet dan Web. Namun karena terjadi perubahan teknologi
bandwidth yang cukup besar pada tahun 1990-an, maka Internet lebih dulu
berkembang dibanding cloud computing. Dan kini teryata terlihat bahwa pendorong
utama cloud computing adalah karena adanya revolusi Internet. Salah satu batu
loncatan yang cukup drastis adalah dengan adanya Salesforce.com di tahun 1999,
yang merupakan pencetus pertama aplikasi perusahaan dijalankan melalui
Internet. Perkembangan berikutnya adalah adanya Amazon Web Services di tahun 2006,
di mana dengan teknologi Elastic Compute Cloud (EC2), terdapat situs layanan
web yang di komersialkan yang memungkinkan perusahaan kecil dan individu untuk
menyewa komputer atau server, agar dapat menjalankan aplikasi komputer mereka.
Batu lompatan besar lainnya datang di
tahun 2009 dengan Web 2.0 mencapai puncaknya. Google dan lainnya memulai untuk
menawarkan aplikasi browser-based untuk perusahaan besar, seperti Google Apps.
“Kontribusi yang paling penting dari komputasi cloud adalah munculnya “killer apps”
dari penguasa teknologi seperti Microsoft dan Google. Ketika perusahaan
tersebut mengirimkan layanan dalam bentuk yang mudah untuk di konsumsi, efek
penerimaannya menjadi sangat luas”, menurut Dan Germain, Chief Technology IT
provider Cobweb Solution. “Faktor utama lainnya yang mempengaruhi berkembangnya
komputasi cloud antara lain matangnya teknologi visual, perkembangan universal
banwidth berkecepatan tinggi, dan perangkat lunak universal”, menurut Jamie
Turner sang pelopor komputasi cloud. Turner menambahkan, “cloud computing sudah
menyebar luas hingga kepada para pengguna Google Doc. Kita hanya dapat
membayangkan betapa besarnya ruang lingkup yang sudah di capai. Apa saja dapat
di lakukan dan dikirimkan melalui cloud”.
Manfaat Menggunakan Cloud Computing
Dengan adanya cloud computing akan mengubah paradigma perusahaan ataupun
organisasi IT dalam memandang investasi teknologi
komunikasi informasi. "Investasi untuk modal
kapital berubah menjadi biaya operasional dengan
besaran yang lebih efisien akibat adanya
cloud computing,dan Ini membuat para pengguna
(user) bebas berkreasi dan tidak perlu
menyediakan infrastruktur (data center, processing power, storage, sampai ke
aplikasi desktop) untuk dapat memiliki sebuah sistem, karena semuanya sudah
disediakan secara virtual
Disaat ini kebutuhan akan pemakaian , pemeliharaan dan keamanan
sistem informasi
semakin meningkat, mendorong perusahaan ataupun organisasi untuk meningkatkan dan
mengamankan sistem mereka, namun Karena perusahaan ataupun organisasi tidak memiliki sumber daya yang besar untuk membeli sistem untuk keperluan mereka dan bahkan untuk memelihara sistem informasi mereka ,terlebih lagi untuk mengamankan sistem tersebut maka kemungkinan besar Cloud Computing akan menjadi pilihan pertama dan kemungkinan besar akan berkembang, khusunya di Indonesia.
semakin meningkat, mendorong perusahaan ataupun organisasi untuk meningkatkan dan
mengamankan sistem mereka, namun Karena perusahaan ataupun organisasi tidak memiliki sumber daya yang besar untuk membeli sistem untuk keperluan mereka dan bahkan untuk memelihara sistem informasi mereka ,terlebih lagi untuk mengamankan sistem tersebut maka kemungkinan besar Cloud Computing akan menjadi pilihan pertama dan kemungkinan besar akan berkembang, khusunya di Indonesia.
Bahkan dengan Cloud Computing, mereka (perusahaan / organisasi) hanya
menyewa layanan atau jasa dari penyedia Cloud Computing. Seperti
sudah dijelaskan sebelumnya dengan Cloud Compuitng ini dapat mengurangi
investasi awal dari sebuah perusahaan atau organisasi yang membutuhkan
pememakaian, pemeliharaan dan keamanan sistem informasi yang lebih baik.
Dalam hal ini investasi yang besar
bagi sebuah perusahaan atau organisasi akan
berubah menjadi suatu sistem operasional yang mudah dikelola, bahkan penyedia
jasa seperti Software as a Service (SaaS) yand ada di Cloud dapat
menawarkan harga yang sangat rendah karena faktor ekonomi.
Dengan Cloud Computing kita tidak perlu lagi dikuatirkan dengan
adanya kompleksitas Teknologi saat ini. Perusahaan dan organisasi yang
dalam usahanya menggunakan Teknologi Informasi tidak perlu takut dengan hal-hal
yang dapat mengancam keamanan sistem informasi mereka dan
bahkan dalam hal peng-updatetan suatu
Teknologi atau aplikasi yang dipakai, karena semuanya
itu bisa diserahkan kepada penyedia layanan di Cloud Computing.
Cloud Computing jangan dijadikan sebagai
―Core Business‖ bagi sebuah perusahaan tapi
sebaliknya jadikan-lah Cloud Computing ini sebagai ―Support Business‖,
prinsip ini yang benar karena Cloud Computing sebagai
penunjang suatu perusahaan dalam mengelola sistem
informasi yang ada di perusahaan tersebut
dengan maksud dan tujuan untuk kelangsungan bisnis dari
perusahaan tersebut, karena Cloud Computing memberikan solusi bagi perusahaan
untuk meringankan operasional perusahaan tersebut dalam hal pengolahan data.
1. Skalabilitas
- Mudah meningkatkan kapasitas, sebagai kebutuhan
komputasi berubah,
tanpa membeli peralatan tambahan.
tanpa membeli peralatan tambahan.
2. Accessibility
- Akses data dan aplikasi melalui internet dari mana saja. Mengurangi
Biaya
3.
Shift Beban - Free staf TI internal dari
pembaruan dan isu-isu konstan.
Keprihatinan utama
mengenai cloud computing adalah keamanan
dan kehandalan. Banyak organisasi mengalami kesulitan
mempercayai informasi mereka dengan vendor pihak
ketiga, dan juga penyedia dipublikasikan padam
telah meningkatkan keprihatinan mereka mengevaluasi
kebutuhan komputasi Anda, penting untuk mempertimbangkan baik manfaat dan
risiko dari Cloud Computing.
Sebagai contoh, data-kerugian yang mungkin
baik itu dalam Cloud Computing dan sistem perusahaan
tradisional, tetapi dalam banyak kasus
vendor Cloud Computing akan memiliki lebih banyak
sumber daya yang tersedia dengan cepat dan
akurat memperbaiki kegagalan ini.
Selain itu dengan
teknologi Cloud Computing (komputasi awan)
akan memberikan dampak lebih ekonomis dan sumber daya IT yang
digunakan lebih efisien, saat aplikasi bisnis dioperasikan dalam suatu
lingkungan. Jasa Cloud adalah bisnis yang paling
cepat tumbuh dan berkembang pendekatannya untuk memberikan
aplikasi dan layanan dari mana saja ke
pelanggan apapun, pada perangkat apapun. Sebuah pergeseran
yang terjadi dengan komputasi awan yang membentang di alam teknologi dan
bisnis, sebuah pergeseran yang dramatis akan mengubah bisnis dan bagaimana
menggunakan teknologi untuk memenuhi persyaratan.
Dengan Cloud Kemampuan
untuk menangani tugas-tugas penting, dapat
dilakukan lebih efisien oleh karena dilakukan
oleh pihak ketiga, apakah mereka merupakan
inti atau bukan inti dengan bisnis anda,
adalah sebuah model bisnis yang umum
dan merupakan layanan yang bisa menguntungkan anda.
Karakteristik Cloud Computing
Dengan semakin maraknya pembicaraan
seputar cloud computing, semakin banyak perusahaan yang mengumumkan bahwa
mereka menyediakan layanan cloud computing. Akan sangat membingungkan bagi kita
para pengguna untuk memastikan bahwa layanan yang akan kita dapatkan adalah
cloud computing atau bukan. Untuk mudahnya, dari semua definisi yang ada, dapat
diintisarikan bahwa cloud computing ideal adalah layanan yang memiliki 5
karakteristik berikut ini.
1) On-Demand Self-Services
Sebuah layanan cloud computing harus dapat
dimanfaatkan oleh pengguna melalui mekanisme swalayan dan langsung
tersedia pada saat dibutuhkan. Campur tangan penyedia layanan adalah sangat
minim. Jadi, apabila kita saat ini membutuhkan layanan aplikasi CRM (sesuai
contoh di awal), maka kita harus dapat mendaftar secara swalayan dan layanan
tersebut langsung tersedia saat itu juga.
2) Broad Network Access
Sebuah layanan cloud computing harus dapat
diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung
ke jaringan layanan. Dalam contoh layanan aplikasi CRM di atas, selama kita
terhubung ke jaringan Internet, saya harus dapat mengakses layanan tersebut,
baik itu melalui laptop, desktop, warnet, handphone, tablet, dan perangkat
lain.
Resource Pooling
Sebuah layanan cloud computing harus
tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena
cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia
layanan harus dapat membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat
dimanfaatkan secara maksimal.
Rapid Elasticity
Sebuah layanan cloud
computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan.
Misalnya, apabila pegawai di kantor bertambah, maka kita harus dapat menambah
user untuk aplikasi CRM tersebut dengan mudah. Begitu juga jika pegawai
berkurang. Atau, apabila kita menempatkan sebuah website berita dalam jaringan
cloud computing, maka apabila terjadi peningkatkan traffic karena ada berita
penting, maka kapasitas harus dapat dinaikkan dengan cepat.
Measured Service
Sebuah layanan cloud
computing harus disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan dalam
proses pembayaran. Harap diingat bahwa layanan cloud computing dibayar
sesuai penggunaan, sehingga harus terukur dengan baik.
Ketika berbicara tentang sistem cloud computing, sistem ini terbagi menjadi
dua bagian: ujung depan dan ujung belakang. Mereka terhubung satu sama lain
melalui jaringan, biasanya adalah Internet. Ujung depan adalah sisi pengguna
komputer (user), atau klien (client), melihat. Bagian belakang adalah “cloud”
bagian dari sistem.
Ujung depan termasuk komputer klien (atau jaringan komputer) dan aplikasi
yang diperlukan untuk mengakses sistem komputasi awan. Tidak sistem komputasi
awan semua memiliki antarmuka pengguna yang sama. Layanan seperti Web-based
e-mail program memanfaatkan browser Web yang ada seperti Internet Explorer atau
Firefox. Sistem lain memiliki aplikasi unik yang menyediakan akses jaringan
untuk klien.
Di ujung belakang sistem adalah berbagai komputer, server dan sistem
penyimpanan data yang menciptakan “cloud” dari layanan komputasi. Secara teori,
sebuah cloud computer system dapat mencakup hampir semua
program komputer yang dapat anda bayangkan, dari data pengolahan hingga video
game. Biasanya, setiap aplikasi akan memiliki server khusus nya sendiri.
Sebuah server pusat mengelola sistem, memantau lalu lintas dan permintaan
client untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Sistem ini mengikuti
seperangkat aturan yang disebut protokol dan menggunakan jenis khusus dari
perangkat lunak yang disebut middleware. Middleware network memungkinkan
komputer untuk berkomunikasi satu sama lain. Sebagian besar, server tidak
berjalan pada kapasitas penuh. Itu berarti ada kekuatan pemrosesan yang hasil
buangannya tidak terpakai. Maka akan memerlukan sebuah cara. Teknik ini disebut
virtualisasi server. Dengan memaksimalkan output dari setiap server,
virtualisasi server mengurangi kebutuhan pada mesin dalam bekerja.
Jenis layanan yang Disediakan Cloud Computing
Secara umum, layanan Cloud Computing dibagi menjadi
tiga tingkat, yaitu aplikasi / perangkat lunak, platform, dan infrasturktur (
Software as a Service, Platform as a Service, dan Infrastructure as a Service)
1. Infrastructure
as Service
Hal ini meliputi seluruh
penyediaan infratruktur IT seperti fasilitas data center, storage, server, grid
untuk virtualized server, dan seluruh komponen networking yang ada didalam
sistem cloud yang dikelola pihak ketiga. Sebagai pengguna, Pelanggan hanya
perlu login ke sebuah interface yang disiapkan oleh provider dan memilih
sendiri spesifikasi layanan yang dibutuhkan lalu membayarnya sesuai kapasitas
yang dipakai, pelanggan tidak perlu menunggu lama untuk dapat menggunakan
server sesuai kapasitas yang dibutuhkannya. Sinonim lainnya
adalah Hardware as a Service. Secara sederhana, kita “menyewa” infrastruktur
atau hardware provider Cloud Computing, seperti server space, network
equipment, memory, CPU cycle, dan storage.
Ada kasus ketika konfigurasi yang
disediakan oleh penyedia PaaS tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita berniat
menggunakan aplikasi yang memerlukan konfigurasi server yang unik dan tidak
dapat dipenuhi oleh penyedia PaaS. Untuk keperluan seperti ini, kita dapat
menggunakan layanan cloud computing tipe Infrastructure as a Service (IaaS).
Pada IaaS, penyedia layanan hanya
menyediakan sumber daya komputasi seperti prosesor, memori, dan storage yang
sudah tervirtualisasi. Akan tetapi, penyedia layanan tidak memasang sistem
operasi maupun aplikasi di atasnya. Pemilihan OS, aplikasi, maupun konfigurasi
lainnya sepenuhnya berada pada kendali kita.
Jadi, layanan IaaS dapat dilihat sebagai
proses migrasi server-server kita dari on-premise ke data center millik
penyedia IaaS ini. Para vendor cloud computing lokal rata-rata menyediakan
layanan model IaaS ini, dalam bentuk Virtual Private Server.
2. Platform-as-a-service
Adalah development platform berbasis web, dimana Anda bisa
menggunakannya untuk membuat sebuah aplikasi web. PaaS akan membuka kesempatan
bagi para developer dari berbagai tingkat pengetahuan, untuk mengembangkan
aplikasi secara cepat dan murah.
Selain itu, aplikasi yang dihasilkan bisa
langsung dideploy dengan mudah, tanpa harus melibatkan tenaga ahli untuk
melakukannya,memungkinkan developer untuk menghilangkan kekhawatirkan mengenai
kebutuhan operating system,infrastructure scaling, load balancing dan lainnya,
sehingga mereka tetap fokus pada application developmentnya. Contohnya adalah
Google AppEngine, yang menyediakan berbagai tools untuk mengembangkan aplikasi
di atas platform Google, dengan menggunakan bahasa pemrograman Phyton dan
Django.
Sering terjadi, suatu aplikasi software
yang sifatnya package tidak dapat memenuhi kebutuhan proses bisnis kita.
Demikian pula dengan SaaS, di mana aplikasi yang ditawarkan sebagai layanan
tidak sesuai dengan proses bisnis kita. Nah, pada skenario ini, kita dapat
menggunakan jenis layanan yang disebut Platform as a Service (PaaS).
Pada PaaS, kita membuat sendiri aplikasi
software yang kita inginkan, termasuk skema database yang diperlukan. Skema itu
kemudian kita pasang (deploy) di server-server milik penyedia jada PaaS.
Penyedia jasa PaaS sendiri menyediakan layanan berupa platform, mulai dari
mengatur server-server mereka secara virtualisasi sehingga sudah menjadi
cluster sampai menyediakan sistem operasi di atasnya. Alhasil, kita sebagai
pengguna hanya perlu memasang aplikasi yang kita buat di atasnya.
Jika kita adalah perusahaan pembuat
software, PaaS juga memberi alternatif lain. Alih-alih memasang software di
server konsumen, kita bisa memasang software tersebut di server milik penyedia
layanan PaaS, lalu menjualnya ke konsumen dalam bentuk langganan. Dengan kata
lain, kita membuat sebuah SaaS.
Singkatnya, dengan PaaS, kita membangun
aplikasi kita sendiri di atas layanan PaaS tersebut. Adapun contoh vendor
penyedia layanan Paas adalah Microsoft Azure dan Amazon Web Services
3. Software-as-a-service
Adalah software atau aplikasi web-based
interface, yang dideploy di sisi pihak ketiga, sehingga dapat diakses melalui
jaringan oleh setiap pelanggan. Anda tidak perlu melakukan deployment aplikasi
dari awal, tidak perlu membayar lisensi software, maupun membeli seperangkat
server untuk menjalankan aplikasi yang Anda butuhkan. Anda cukup membayar
aplikasi sesuai dengan penggunaan per user yang dibayar secara rutin dengan
mekanisme OPEX. Karena aplikasi ini berbasis web, maka Anda hanya butuh koneksi
internet dan sebuah browser untuk menjalankannya. Contoh SaaS yaitu
layanan CRM online Salesforce.com, Zoho.com, dengan harga yang sangat
terjangkau, menyediakan layanan SaaS yang cukup beragam, mulai dari layanan
word processor seperti Google Docs, project management, hingga invoicing
online. Layanan akunting online pun tersedia, seperti yang diberikan oleh
Xero.com dan masih banyak lagi. IBM dengan Lotuslive.com nya dapat dijadikan
contoh untuk layanan SaaS di area kolaborasi/unified communication. Sayangnya
untuk pasar dalam negeri sendiri, masih sangat sedikit yang mau ber investasi
untuk menyediakan layanan saat ini.
Sebenarnya kita sudah akrab dengan layanan
cloud computing melalui Yahoo Mail, Hotmail, Google Search, Bing, atau MSN
Messenger. Contoh lain yang cukup populer adalah Google Docs ataupun Microsoft
Office Web Applications yang merupakan aplikasi pengolah dokumen berbasis
internet.
Di dunia bisnis, kita mungkin familiar
dengan SalesForce.com atau Microsoft CRM yang merupakan layanan aplikasi CRM.
Di sini, perusahaan tidak perlu setup hardware dan software CRM di server
sendiri. Cukup berlangganan SalesForce.com maupun Microsoft CRM, kita bisa
menggunakan aplikasi CRM kapan dan dari mana saja melalui internet. Kita
tidak perlu melakukan investasi server maupun aplikasi. Kita juga akan selalu
mendapat aplikasi terbaru jika terjadi upgrade. Intinya, kita benar-benar hanya
tinggal menggunakan aplikasi tersebut. Pembayaran biasanya dilakukan bulanan, dan
sesuai jumlah pemakai aplikasi tersebut. Dengan kata lain, pay as you
go, pay per use, per seat.
Nah, semua layanan ini, dimana suatu
aplikasi software tersedia dan bisa langsung dipakai oleh seorang pengguna,
termasuk ke dalam kategori Software as a Services (SaaS). Secara
sederhana, kita langsung mengkonsumsi layanan aplikasi yang ditawarkan.
Contoh Perusahaan Pemberi Layanan Cloud Computing :
· SaaS
Google, seperti
Google Docs, Gmail, GoogleCalendar, dll. Microsoft, seperti Microsoft
Office Web Apps, Microsoft Office Communication Online, Microsoft Dynamics CRM,
dll.
· PaaS
Google, seperti Google App Engine, Google Web Toolkit,
dll. Microsoft, seperti Microsoft Windows Live, Microsoft Windows Azure,
dll.
· IaaS
Amazon Web Service, seperti Amazon Elastic Compute
Cloud (EC2).
Skytap, seperti Skytap Cloud(TM)
Hexagrid, seperti V3Cloud Reseller Program
Kelebihan Dan Kelemahan Cloud Computing
Kelebihan :
Sebagai suatu teknologi baru pasti mengundang pro dan kontra, begitu juga
dengancloud computing. Pro dan kontra tersebut terjadi karena tidak
lepas dari kelebihan dan kekurangan yang ada dari system teknologi baru
tersebut, berikut kelebihan dari Cloud Computing:
a. Kemudahan
Akses
Ini merupakan kelebihan yang paling menonjol dari cloud computing, yaitu
kemudahan akses. Jadi kita tidak perlu berada pada suatu computer yg sama untuk
melakukan suatu pekerjaan, karena semua aplikasi dan data kita berada pada
server cloud.
b. Fleksibilitas
Hampir sama seperti contoh di atas, data yg kita perlukan tidak harus kita
simpan di dalam harddisk atau storage computer kita. Dimanapun kita berada,
asalkan terkoneksi internet, kita bisa mengakses data kita karena berada pada
server cloud
c. Penghematan
(Tanpa investasi awal)
Pastinya dengan adanya cloud computing, akan memungkinkan bagi perusahaan
untuk mengurangi infrastruktur IT yang pastinya memerlukan investasi yang
besar, baik berupa investasi hardware, software, maupun human resources nya
d. Mengubah
CAPEX Menjadi OPEX
CAPEX = Capital Expenditure (pengeluaran modal), sedangkan OPEX =
Operational Expenditure (pengeluaran modal). Seperti kelebihan sebelumnya, ini
masih seputar masalah keuangan. Jadi dengan menggunakan teknologi cloud
computer ini, kita tidak harus melakukan pengeluaran modal, sebaliknya kita
hanya melakukan pengeluaran operational
e. Lentur
dan Mudah Dikembangkan
Sesuai dengan salah 1 karakter cloud computing yaitu Rapid Elasticity, maka
ini juga merupakan salah 1 kelebihan cloud computing. Jadi customer bisa dengan
mudah menaikkan atau menurunkan resource yang dipakai, dan ini akan
mempengaruhi cost yang mereka keluarkan.
Kelemahan :
Komputer akan menjadi lambat atau tidak
bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban. Dan
juga perusahaan yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses
langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia
layanan cloud computing. Jika server vendor rusak atau punya layanan backup yang
buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.
Deployment Model Cloud Computing?
Setelah kita tahu jenis layanan dari cloud computing, sekarang kita bahas tentang
deployment model dari cloud computing. Menurut NIST, ada empat deployment model dari
cloud computing ini, yaitu:
1. Public Cloud
Adalah layanan Cloud Computing yang disediakan untuk masyarakat umum.
Pengguna bisa langsung mendaftar ataupun memakai layanan yang ada. Banyak
layanan Public Cloud yang gratis, dan ada juga yang perlu membayar untuk bisa
menikmati layanannya.
Contoh Public Cloud yang gratis: GoogleMail, Facebook, Twitter, Live Mail, dsb.
Contoh Public Cloud yang berbayar: Sales Force, Office365, GoogleApps, dsb.
Keuntungan:
Pengguna tidak perlu berinvestasi untuk merawat serta membangun infrastruktur,
platform, ataupun aplikasi. Kita tinggal memakai secara gratis (untuk layanan yang
gratis) atau membayar sebanyak pemakaian (pay as you go). Dengan pendekatan ini, kita bisa mengurangi dan merubah biaya Capex (Capital Expenditure) menjadi Opex
(Operational Expenditure).
Kerugian:
Sangat tergantung dengan kualitas layanan internet (koneksi) yang kita pakai. Jika
koneksi internet mati, maka tidak ada layanan yang dapat diakses. Untuk itu, perlu
dipikirkan secara matang infrastruktur internetnya.
2. Private Cloud
Adalah layanan cloud computing yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan
internal dari organisasi/perusahaan. Biasanya departemen IT akan berperan
sebagai service provider (penyedia layanan) dan departemen lain menjadi service
consumer. Sebagai service provider, tentu saja Departemen IT harus bertanggung
jawab agar layanan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan standar kualitas layanan
yang telah ditentukan oleh perusahaan, baik infrastruktur, platform, maupun aplikasi
yang ada.
Contoh layanannya:
SaaS: Web Application, Mail Server, Database Server untuk keperluan internal.
PaaS: Sistem Operasi + Web Server + Framework + Database yang untuk internal
IaaS: Virtual machine yang bisa di-request sesuai dengan kebutuhan internal
Keuntungan:
Menghemat bandwidth internet ketika layanan itu hanya diakses dari jaringan
internal.Proses bisnis tidak tergantung dengan koneksi internet, akan tetapi tetap
saja tergantung dengan koneksi jaringan lokal (intranet).
Kerugian:
Investasi besar, karena kita sendiri yang harus menyiapkan infrastrukturnya.Butuh
tenaga kerja untuk merawat dan menjamin layanan berjalan dengan baik.
3. Hybrid Cloud
Adalah gabungan dari layanan Public Cloud dan Private Cloud yang
diimplementasikan oleh suatu organisasi/perusahaan. Dalam Hybrid Cloud ini, kita
bisa memilih proses bisnis mana yang bisa dipindahkan ke Public Cloud dan proses
bisnis mana yang harus tetap berjalan di Private Cloud.
Contohnya:
Perusahaan A menyewa layanan dari GoogleApp Engine (Public Cloud) sebagai “rumah” yang dipakai untuk aplikasi yang mereka buat. Di negara tersebut ada
aturan kalau data nasabah dari sebuah perusahaan tidak boleh disimpan pada pihak
ketiga. Untuk menaati peraturan yang ada, data nasabah dari perusahaan A tetap
disimpan pada database mereka sendiri (Private Cloud), dan aplikasi akan melakukan
konektifitasnya ke database internal tersebut.
Perusahaan B menyewa layanan dari Office365 (Public Cloud). Karena perusahaan B
tersebut sudah mempunyai banyak user yang tersimpan di Active Directory yang
berjalan di atas Windows Server mereka (Private Cloud), akan lebih efektif kalau
Active Directory tersebut dijadikan identity untuk login ke Office365.
Keuntungan:
Keamanan data terjamin karena data dapat dikelola sendiri (hal ini TIDAK berarti
penyimpan data di public cloud tidak aman, ya).
Lebih leluasa untuk memilih mana proses bisnis yang harus tetap berjalan di private
cloud dan mana proses bisnis yang bisa dipindahkan ke public cloud dengan tetap
menjamin integrasi dari keduanya.
Kerugian:
Untuk aplikasi yang membutuhkan integrasi antara public cloud dan private cloud,
infrastruktur internet harus dipikirkan secara matang.
4. Community Cloud
Adalah layanan Cloud Computing yang dibangun eksklusif untuk komunitas tertentu,
yang consumer-nya berasal dari organisasi yang mempunyai perhatian yang sama
atas sesuatu/beberapa hal, misalnya saja standar keamanan, aturan, compliance,
dsb. Community Cloud ini bisa dimiliki, dipelihara, dan dioperasikan oleh satu atau
lebih organisasi dari komunitas tersebut, pihak ketiga, ataupun kombinasi dari
keduanya.
Keuntungan:
Bisa bekerja sama dengan organisasi lain dalam komunitas yang mempunyai
kepentingan yang sama. Melakukan hal yang sama bersama-sama tentunya lebih
ringan daripada melakukannya sendiri.
Kerugian:
Ketergantungan antar organisasi jika tiap-tiap organisasi tersebut saling berbagi
sumber daya.
Deployment Model Cloud Computing?
Setelah kita tahu jenis layanan dari cloud computing, sekarang kita bahas tentang
deployment model dari cloud computing. Menurut NIST, ada empat deployment model dari
cloud computing ini, yaitu:
1. Public Cloud
Adalah layanan Cloud Computing yang disediakan untuk masyarakat umum.
Pengguna bisa langsung mendaftar ataupun memakai layanan yang ada. Banyak
layanan Public Cloud yang gratis, dan ada juga yang perlu membayar untuk bisa
menikmati layanannya.
Contoh Public Cloud yang gratis: GoogleMail, Facebook, Twitter, Live Mail, dsb.
Contoh Public Cloud yang berbayar: Sales Force, Office365, GoogleApps, dsb.
Keuntungan:
Pengguna tidak perlu berinvestasi untuk merawat serta membangun infrastruktur,
platform, ataupun aplikasi. Kita tinggal memakai secara gratis (untuk layanan yang
gratis) atau membayar sebanyak pemakaian (pay as you go). Dengan pendekatan ini, kita bisa mengurangi dan merubah biaya Capex (Capital Expenditure) menjadi Opex
(Operational Expenditure).
Kerugian:
Sangat tergantung dengan kualitas layanan internet (koneksi) yang kita pakai. Jika
koneksi internet mati, maka tidak ada layanan yang dapat diakses. Untuk itu, perlu
dipikirkan secara matang infrastruktur internetnya.
2. Private Cloud
Adalah layanan cloud computing yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan
internal dari organisasi/perusahaan. Biasanya departemen IT akan berperan
sebagai service provider (penyedia layanan) dan departemen lain menjadi service
consumer. Sebagai service provider, tentu saja Departemen IT harus bertanggung
jawab agar layanan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan standar kualitas layanan
yang telah ditentukan oleh perusahaan, baik infrastruktur, platform, maupun aplikasi
yang ada.
Contoh layanannya:
SaaS: Web Application, Mail Server, Database Server untuk keperluan internal.
PaaS: Sistem Operasi + Web Server + Framework + Database yang untuk internal
IaaS: Virtual machine yang bisa di-request sesuai dengan kebutuhan internal
Keuntungan:
Menghemat bandwidth internet ketika layanan itu hanya diakses dari jaringan
internal.Proses bisnis tidak tergantung dengan koneksi internet, akan tetapi tetap
saja tergantung dengan koneksi jaringan lokal (intranet).
Kerugian:
Investasi besar, karena kita sendiri yang harus menyiapkan infrastrukturnya.Butuh
tenaga kerja untuk merawat dan menjamin layanan berjalan dengan baik.
3. Hybrid Cloud
Adalah gabungan dari layanan Public Cloud dan Private Cloud yang
diimplementasikan oleh suatu organisasi/perusahaan. Dalam Hybrid Cloud ini, kita
bisa memilih proses bisnis mana yang bisa dipindahkan ke Public Cloud dan proses
bisnis mana yang harus tetap berjalan di Private Cloud.
Contohnya:
Perusahaan A menyewa layanan dari GoogleApp Engine (Public Cloud) sebagai “rumah” yang dipakai untuk aplikasi yang mereka buat. Di negara tersebut ada
aturan kalau data nasabah dari sebuah perusahaan tidak boleh disimpan pada pihak
ketiga. Untuk menaati peraturan yang ada, data nasabah dari perusahaan A tetap
disimpan pada database mereka sendiri (Private Cloud), dan aplikasi akan melakukan
konektifitasnya ke database internal tersebut.
Perusahaan B menyewa layanan dari Office365 (Public Cloud). Karena perusahaan B
tersebut sudah mempunyai banyak user yang tersimpan di Active Directory yang
berjalan di atas Windows Server mereka (Private Cloud), akan lebih efektif kalau
Active Directory tersebut dijadikan identity untuk login ke Office365.
Keuntungan:
Keamanan data terjamin karena data dapat dikelola sendiri (hal ini TIDAK berarti
penyimpan data di public cloud tidak aman, ya).
Lebih leluasa untuk memilih mana proses bisnis yang harus tetap berjalan di private
cloud dan mana proses bisnis yang bisa dipindahkan ke public cloud dengan tetap
menjamin integrasi dari keduanya.
Kerugian:
Untuk aplikasi yang membutuhkan integrasi antara public cloud dan private cloud,
infrastruktur internet harus dipikirkan secara matang.
4. Community Cloud
Adalah layanan Cloud Computing yang dibangun eksklusif untuk komunitas tertentu,
yang consumer-nya berasal dari organisasi yang mempunyai perhatian yang sama
atas sesuatu/beberapa hal, misalnya saja standar keamanan, aturan, compliance,
dsb. Community Cloud ini bisa dimiliki, dipelihara, dan dioperasikan oleh satu atau
lebih organisasi dari komunitas tersebut, pihak ketiga, ataupun kombinasi dari
keduanya.
Keuntungan:
Bisa bekerja sama dengan organisasi lain dalam komunitas yang mempunyai
kepentingan yang sama. Melakukan hal yang sama bersama-sama tentunya lebih
ringan daripada melakukannya sendiri.
Kerugian:
Ketergantungan antar organisasi jika tiap-tiap organisasi tersebut saling berbagi
sumber daya.
Contoh Perusahaan yang Menerapkan Cloud Computing
Cloud
Computing atau komputasi awan merupakan sebuah solusi layanan penyimpanan data
yang kian marak digunakan oleh perusahaan-perusahaan di dunia dan di Indonesia.
Salah satu perusahaan yang fokus pada pelayanan Cloud Computing
adalah yaitu PT. Telkom. dengan website http://www.telkom.co.id/.
Telkom menetapkan TelkomCloud Computing sebagai salah
satu layanan unggulan dari empat area pertumbuhan Telkom yang diharapkan dapat
meningkatkan revenue portofolio information Telkom. Telkom Cloud Computing
merupakan payung bagi layanan-layanan Cloud Computing yakni TelkomVPS dan
TelkomCollaboration yang ditujukan untuk pelanggan usaha kecil dan menengah.
Layanan TelkomCloud telah digunakan oleh lebih dari 60
perusahaan dari berbagai industri, dan sebagian besar berasal dari industri
keuangan yang sangat mementingkan security terhadap pengelolaan data yang
mereka miliki. “Sebagai upaya revitalisasi TelkomCloud, telah dilakukan
pembenahan infrastruktur IT dan platform pendukung TelkomCloud, penambahan
layanan dan bundling dengan layanan VPN Telkom sedemikian rupa sehingga layanan
TelkomCloud juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
enterprise.
Layanan
baru yang ditambahkan ke dalam portofolio Telkom antara lain: VPS (Virtual
Private Server) non-windows, Storage as a Services (sebagai VAS dari VPS),
vDataCenter (solusi Virtual Private Data Center), dan layanan WebEx (layanan
Web conferencing/online meeting bermitra dengan Cisco). Melalui upaya
revitalisasi ini, Telkom berharap dapat memulai perannya sebagai penyedia
layanan Cloud Computing (Cloud Computing Service Provider) untuk pelanggan
enterprise dan sekaligus UKM.
Referensi :
http://www.cloudindonesia.or.id/wp-content/uploads/2012/05/E-Book-Pengantar-Cloud-Computing-R1.pdf
