Jumat, 10 Januari 2014

masalah sosial



Menurut pendapat saya masalah sosial adalah suatu penyimapangan seseorang atau kelompok masyarakat terhadap undang undang yang telah ditetapkan dalam suatu negara. Masalah sosial dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti psikologi yang menyimpang, ketidakcukupan seseorang dalam memenuhi kebutuhannya, rasa tidak puas seseorang terhadap sesuatu yang dimilikinya, kenakalan remaja masa kini, dan lain sebagainya.
Kali ini saya akan membahas salah satu masalah sosial yang berhubungan tentang psikologi seseorang yaitu aliran sesat. aliran sesat adalah aliran atau kelompok tertentu yang menyimpang dari suatu ajaran agama tertentu. Saya akan menjelaskan sedikit tentang contoh contoh dari aliran sesat tersebut, yaitu aliran sesat islam yang paling terkenal di indonesia seperti ahmadiah dan LDII serta aliran sesat pemuja setan yaitu iluminati.
Di tengah hiruk pikuk berita tentang mengamuknya aliran sesat LDII di Masjid Al-Hijri UIKA Bogor hingga mereka dilaporkan ke polisi, sedangkan MUI serta umat Islam bertekad agar kasus mengamuknya LDII di Masjid  itu diproses secara hukum hingga tuntas; saya diundang untuk memberikan materi dalam penataran para da’i.  Materinya adalah tentang aliran sesat.
Penataran diselenggarakan oleh yayasan di lingkungan Angkasa Pura II Cengkareng (Masjid Nurul Barkah) dengan peserta para da’i dari 5 kecamatan di sekitar Bandara Cengkareng Tengerang Banten. Tempat penataran atau diklat untuk para da’i ini di Bukit Emas, Wisma Angkasa Pura II, di Cimacan – Pacet  Cianjur Jawa Barat. Di daerah yang cukup sejuk itu saya diminta untuk menyampaikan materi tentang aliran sesat dan musykilat (problema) da’wah dan da’iyah (juru da’wah), Rabu 10 Sya’ban 1434H/ 19 Juni 2013.
Aliran sesat yang perlu dibahas tentu saja cukup banyak. Sedangkan waktu hanya satu setengah jam setelah ‘ashar ditambah tanya jawab setengah jam ba’da maghrib. Kemudian materi musykilat da’wah dilaksanakan ba’da ‘isya’ sampai hampir pukul 22.00 WIB.
Menurut panitia, sejak pagi para da’i itu sudah disuguhi materi secara maraton. Bahkan sampai menjelang jam yang harus saya isi pun mereka masih ditatar. Sehingga secara kemampuan fisik, tentunya para da’i itu sudah lelah pula.   Namun tampaknya mereka tetap segar dan bersemangat dengan pertolongan Allah, dan  lantaran kebanyakan mereka masih muda serta semangatnya pun tampak bagus, maka acara pun berjalan lancar. Alhamdulillah.
Sebenarnya membahas aliran sesat bukanlah masalah ringan. Perlu konsentrasi. Tidak bisa hanya menggunakan sisa-sisa tenaga yang sudah lelah. Oleh karena itu, selaku pembicara mesti harus menyajikannya dengan cara “ekstra”. Ustadz Jaya yang alumni Mesir memandunya dengan cukup familiar, hingga berlangsunglah pembahasan aliran sesat dengan lancar. Alhamdulillah.
Pada intinya, mereka diberi materi yang secara sekilas tampak ringan. Dibandingkanlah antara aliran sesat Ahmadiyah, Syi’ah, LDII, dan Liberal (sekulerisme, inklusifisme, pluralism agama, dan multikulturalisme).  
Barisan sesat Ahmadiyah, Syi’ah,dan  LDII itu berlawanan secara total dengan faham sesat liberal. Yang satu pihak (Ahmadiyah, Syi’ah,dan  LDII) adalah ekstrim ketat, siapa saja selain golongannya maka kafir. Di lain pihak, yakni liberal (sekulerisme, inklusifisme, pluralism agama, dan multikulturalisme) adalah kebalikannya, yaitu golongan bahkan agama apa saja semuanya akan masuk surga. Jadi yang satu ekstrim ketat, sedang yang lain ekstrim longgar.
Namun ternyata mereka « bersatu » dukung mendukung. Hingga kaum liberal mendukung aliran-aliran sesat (yang justru pada hakekatnya adalah lawannya itu). Kaum liberal mendukung Ahmadiyah, padahal liberal itu sendiri dikafirkan oleh Ahmadiyah. Bahkan belum lama ini gurunya dedengkot liberal Ulil yakni Fran Magnis Suseno dari Pendeta Kristen Jesuit membela aliran sesat Syi’ah dan Ahmadiyah. Itulah bukti sebagaimana dalam Islam dikenal bahwa alkufru millah waahidah (kekafiran itu adalah agama yang satu/ sama).
Secara sifat pun aliran sesat itu ketika diperbandingkan, maka kesamaannya sangat kentara.  Ahmadiyah memiliki nabi (palsu) Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908). Siapa yang tidak beriman kepadanya maka kafir.  Istilah nabi dalam Ahmadiyah itu kalau di Syiah namanya imam. Siapa yang tidak beriman kepada imam-imam syiah maka kafir. Demikian pula aliran sesat LDII. Istilah nabi atau fungsi dari nabi itu dipegang oleh yang mereka sebut Amir. Maka yang tidak berbaiat kepada amir LDII alias selain golongan LDII adalah kafir. (Itu sudah dibuktikan oleh mantan LDII dan FRIH-nya, di antara buktinya adalah pidato Ketua Umum LDII Abdullah Syam berisi tentang itu, menurut Adam dan FRIH. Dalam masalah kesesatan LDII ini, pihak pemimpin LDII sudah berkali-kali ditantang mubahalah, namun belum pernah terjadi. Apa itu mubahalah? Dalam Al-Qur’an dan Tafsirnya dijelaskan: Mubahalah (atau mula’anah, saling melaknat, pen) ialah masing-masing pihak di antara orang-orang yang berbeda pendapat, berdo’a kepada Allah dengan bersungguh-sungguh agar Allah menjatuhkan la’nat kepada pihak yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani Najran bermubahalah tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. _(Al- Quran dan Tafsirnya, Depag RI, 1985/ 1986 juz 1 hal 628).)
Dari perbandingan itu, maka dapat dilihat, aliran sesat yang tiga itu pada dasarnya mereka memfungsikan pemimpinnya secara ghuluw (berlebihan) hingga diposisikan seolah sebagai nabi. Hanya saja, yang terang-terangan adalah Ahmadiyah, meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. Yang lain yakni syiah, lafal “nabi” atau yang difungsikan sebagai nabi itu disebut imam, tetapi disifati maksum. Tetapi fungsinya sama, yakni untuk mengkafirkan siapa saja yang tidak mengimani imam syiah. Namun karena hanya disebut Imam, maka umat Islam tidak mudah untuk langsung mengerti bahwa itu sesat (karena tidak disebut nabi). Jadi tipuannya lebih lihai dibanding Ahmadiyah.
Demikian pula LDII yang hanya menyebut pemimpinnya Amir, padahal pemfungsiannya hampir sama dengan Ahmadiyah walau tidak mengaku mendapatkan wahyu, hanya wajib manqul (pemaknaan ayat dan hadits wajib hanya menukil) kepada Amir mereka. Maka siapa saja yang ilmunya tidak manqul kepada Amir mereka dianggap tidak sah. Ini lebih rumit lagi bagi yang awam, sehingga kurang faham bahwa itu sesat. Padahal pada hakekatnya mirip Ahmadiyah hanya lebih lihai lagi. Ujung-ujungnya sama, mengkafirkan selain jamaahnya. Hanya saja cara-caranya berbeda-beda.
Dengan cara perbandingan semacam itu, para da’I yang sudah seharian ditatar dari pagi itu ternyata tetap bersemangat sampai hampir pukul 22 malam.
Ketika malam itu pemberian meteri telah selesai, mereka pun menyalami pembicara dan para pemandu yakni Ustadz Jaya dan Ustadz Syauqi, lalu satu persatu berjalan menuju kamar masing-masing untuk istirahat. Waktu shubuh, para da’i itupun berjama’ah shubuh disertai para murid madrasah yang tampaknya mereka di gedung yang lain juga mendapatkan bimbingan dari gurunya sambil berekreasi di daerah yang sejuk itu di masa menjelang liburan sekolah.
Demikianlah sekelumit kesan dari menatar para da’i dengan materi tentang aliran sesat, di saat sedang ramainya masalah aliran sesat, di antaranya aliran sesat LDII sedang dilaporkan ke polisi karena mengamuk dan mengadakan perusakan di masjid Al-Hijri UIKA Bogor.
Aliran aliran sesat ini biasanya ditimbulkan karena rasa keinginan yang besar seseorang untuk menjadi seorang pemimpin karena ia merasa tidak puas dengan jabatan yang ia miliki saat ini, oleh karena itu mereka memberikan aturan aturan agama palsu dan menghasut orang orang untuk ikut mempercayai aturan yang mereka ciptakan sendiri. orang orang seperti ini iyalah orang orang yang merasa haus akan jabatan dan rasa hormat. Selain karena haus jabatan, biasanya orang yang membuat aliran sesat ini juga ingin merauk keuntungan bukan hanya secara materi tetapi  juga  secara jasmani. Contohnya saja pada aliran ahmadiah yang melarang para wanitanya untuk menikah dengan laki laki selain dari kaum ahmadiah itu sendiri, dan secara otomatis kaum wanita  yang mempercayai aliran tersebut akan menuruti aturan itu, dan para pria termaksud si pendiri dari aliran tersebut akan dengan mudah mendapat wanita dari kaum wanita yang mengikuti ajaran tersebut. Selain pemimpinnya pasti ada juga keuntungan yang dirasakan oleh para pengikutnya. Biasanya para pengikut aliran sesat ini sudah diimingi imingi suatu hal yang menguntungkan sehingga mereka ikut bergabung dalam aliran sesat ini. Hal inilah yang mungkin menjadi misteri bagi saya sendiri kira kira keuntungan apa yang mereka terima dangan mengikuti aliran islam yang sest ini.
Aliran sesat biasanya juga didirikan oleh seseorang untuk menghancurkan suatu agama. Dengan menarik dan merekrut para pengikut agama yang igin ia hancurkan, dengan demikian lambat laun banyak orang dari agama tersebut mengikuti aliran yang sesat itu. Yang artinya pembuat aliran itu telah berhasil menjalankan rencanya. Selain aliran sesat  yang di buat dan diketuai oleh manusia ada juga aliran sesat yang dibuat oleh manusia tetapi tidak diketuai oleh manusia melainkan oleh makhluk halus yaitu kaum iluminati.  
iluminati adalah sekumpulan orang orang yang mempercayai dan memuja setan sebagai tuhan mereka. Iluminati ini biasanya didasari karna faktor ingin cepat kaya atau menjadi terkenal. Para kaum iluminati ini biasanya di lambangkan dengan mata satu, yang orang orang percaya itu merupakn wujud dari dajal yang merupakan musuh paling besar dalam islam saat menghadapi hari akhir nanti. Biasnya orang orang iluminati akan memberikan tumbal untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Biasnya tumbal tersebut adalah manusia yang diserahkan dalam tempo yang sudah ditentukan, dengan demikian semua keinginannya akan dikabulkan oleh roh halus yang mereka puja. Biasanya para pengikut iluminati ini akan memiliki tingkah laku yang aneh, karena biasanya roh ini akan memberi syarat yang aneh kepada mereka dengan melakukan hal hal yang tidak sewajarnya. Biasanya artis artis yang menjadi aliran iluminati ini memiliki lagu lagu yang di ciptakan untuk memuja setan, seperti yang kita ketahui artis paling kontroversial di dunia lady gaga dikabarkan merupakan  salah satu pengikut aliran ini.
Aliran aliran sesat ini tentu saja jangan sampai dibirakan berkembang diindonesia, pemerintah seharusnya ikut serta dalam mengatasi aliran ini dengan cara mencari siapa pelaku pembuat aliran ini dan menangkapnya tetapi disertai bukti. Tetapi yang paling dapat mencegah penyebaran luas aliran sesat itu sendiri adalah diri kita masing masing . Berusaha meningkatkan keimanan dalam diri kita adalah salah satu kunci dari  mencegahnya  menyebarnya aliran sesat tersebut oleh karena itu dengan berpegang teguh pada ajaran agama yang kita peluk saat ini, insya Allah kita tidak akan terpengaruh aliran aliran sesat tersebut walaupun nikmat yang ditawarkan sangat menggiurkan.
Itulah beberapa contoh dari aliran sesat , mengapa mereka mengikuti aliran sesat, dan bagaimana supaya aliran sesat tersebut tidak menyebar luas. Sekian tulisan yang saya buat, semoga bermanfaat untuk para pembacanya. Terimakasih...



Sumber aliran sest islam
http://www.voa-islam.com/counter/liberalism/2013/06/21/25394/antara-aliran-sesat-syiah-ahmadiyah-dan-ldii-vs-jil/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar