Menurut
pendapat saya masalah sosial adalah suatu penyimapangan seseorang atau kelompok
masyarakat terhadap undang undang yang telah ditetapkan dalam suatu negara.
Masalah sosial dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti psikologi yang
menyimpang, ketidakcukupan seseorang dalam memenuhi kebutuhannya, rasa tidak
puas seseorang terhadap sesuatu yang dimilikinya, kenakalan remaja masa kini,
dan lain sebagainya.
Kali ini
saya akan membahas salah satu masalah sosial yang berhubungan tentang psikologi
seseorang yaitu aliran sesat. aliran sesat adalah aliran atau kelompok tertentu
yang menyimpang dari suatu ajaran agama tertentu. Saya akan menjelaskan sedikit
tentang contoh contoh dari aliran sesat tersebut, yaitu aliran sesat islam yang
paling terkenal di indonesia seperti ahmadiah dan LDII serta aliran sesat
pemuja setan yaitu iluminati.
Di tengah
hiruk pikuk berita tentang mengamuknya aliran sesat LDII di Masjid Al-Hijri
UIKA Bogor hingga mereka dilaporkan ke polisi, sedangkan MUI serta umat Islam
bertekad agar kasus mengamuknya LDII di Masjid itu diproses secara hukum
hingga tuntas; saya diundang untuk memberikan materi dalam penataran para
da’i. Materinya adalah tentang aliran sesat.
Penataran
diselenggarakan oleh yayasan di lingkungan Angkasa Pura II Cengkareng (Masjid
Nurul Barkah) dengan peserta para da’i dari 5 kecamatan di sekitar Bandara
Cengkareng Tengerang Banten. Tempat penataran atau diklat untuk para da’i ini
di Bukit Emas, Wisma Angkasa Pura II, di Cimacan – Pacet Cianjur Jawa
Barat. Di daerah yang cukup sejuk itu saya diminta untuk menyampaikan materi
tentang aliran sesat dan musykilat (problema) da’wah dan da’iyah (juru da’wah),
Rabu 10 Sya’ban 1434H/ 19 Juni 2013.
Aliran sesat
yang perlu dibahas tentu saja cukup banyak. Sedangkan waktu hanya satu setengah
jam setelah ‘ashar ditambah tanya jawab setengah jam ba’da maghrib. Kemudian
materi musykilat da’wah dilaksanakan ba’da ‘isya’ sampai hampir pukul 22.00
WIB.
Menurut
panitia, sejak pagi para da’i itu sudah disuguhi materi secara maraton. Bahkan
sampai menjelang jam yang harus saya isi pun mereka masih ditatar. Sehingga
secara kemampuan fisik, tentunya para da’i itu sudah lelah pula.
Namun tampaknya mereka tetap segar dan bersemangat dengan pertolongan
Allah, dan lantaran kebanyakan mereka masih muda serta semangatnya pun
tampak bagus, maka acara pun berjalan lancar. Alhamdulillah.
Sebenarnya
membahas aliran sesat bukanlah masalah ringan. Perlu konsentrasi. Tidak bisa
hanya menggunakan sisa-sisa tenaga yang sudah lelah. Oleh karena itu, selaku
pembicara mesti harus menyajikannya dengan cara “ekstra”. Ustadz Jaya yang
alumni Mesir memandunya dengan cukup familiar, hingga berlangsunglah pembahasan
aliran sesat dengan lancar. Alhamdulillah.
Pada
intinya, mereka diberi materi yang secara sekilas tampak ringan.
Dibandingkanlah antara aliran sesat Ahmadiyah, Syi’ah, LDII, dan Liberal
(sekulerisme, inklusifisme, pluralism agama, dan multikulturalisme).
Barisan
sesat Ahmadiyah, Syi’ah,dan LDII itu berlawanan secara total dengan faham
sesat liberal. Yang satu pihak (Ahmadiyah, Syi’ah,dan LDII) adalah
ekstrim ketat, siapa saja selain golongannya maka kafir. Di lain pihak, yakni
liberal (sekulerisme, inklusifisme, pluralism agama, dan multikulturalisme)
adalah kebalikannya, yaitu golongan bahkan agama apa saja semuanya akan masuk
surga. Jadi yang satu ekstrim ketat, sedang yang lain ekstrim longgar.
Namun
ternyata mereka « bersatu » dukung mendukung. Hingga kaum liberal
mendukung aliran-aliran sesat (yang justru pada hakekatnya adalah lawannya itu).
Kaum liberal mendukung Ahmadiyah, padahal liberal itu sendiri dikafirkan oleh
Ahmadiyah. Bahkan belum lama ini gurunya dedengkot liberal Ulil yakni Fran
Magnis Suseno dari Pendeta Kristen Jesuit membela aliran sesat Syi’ah dan
Ahmadiyah. Itulah bukti sebagaimana dalam Islam dikenal bahwa alkufru millah waahidah
(kekafiran itu adalah agama yang satu/ sama).
Secara sifat
pun aliran sesat itu ketika diperbandingkan, maka kesamaannya sangat kentara.
Ahmadiyah memiliki nabi (palsu) Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908). Siapa
yang tidak beriman kepadanya maka kafir. Istilah nabi dalam Ahmadiyah itu
kalau di Syiah namanya imam. Siapa yang tidak beriman kepada imam-imam syiah
maka kafir. Demikian pula aliran sesat LDII. Istilah nabi atau fungsi dari nabi
itu dipegang oleh yang mereka sebut Amir. Maka yang tidak berbaiat kepada amir
LDII alias selain golongan LDII adalah kafir. (Itu sudah dibuktikan oleh mantan
LDII dan FRIH-nya, di antara buktinya adalah pidato Ketua Umum LDII Abdullah
Syam berisi tentang itu, menurut Adam dan FRIH. Dalam masalah kesesatan LDII
ini, pihak pemimpin LDII sudah berkali-kali ditantang mubahalah, namun belum
pernah terjadi. Apa itu mubahalah? Dalam Al-Qur’an dan Tafsirnya dijelaskan:
Mubahalah (atau mula’anah, saling melaknat, pen) ialah masing-masing pihak di
antara orang-orang yang berbeda pendapat, berdo’a kepada Allah dengan
bersungguh-sungguh agar Allah menjatuhkan la’nat kepada pihak
yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani
Najran bermubahalah tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi
bukti kebenaran Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam. _(Al- Quran dan Tafsirnya, Depag RI, 1985/
1986 juz 1 hal 628).)
Dari
perbandingan itu, maka dapat dilihat, aliran sesat yang tiga itu pada dasarnya
mereka memfungsikan pemimpinnya secara ghuluw (berlebihan) hingga diposisikan
seolah sebagai nabi. Hanya saja, yang terang-terangan adalah Ahmadiyah,
meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. Yang lain yakni syiah, lafal “nabi”
atau yang difungsikan sebagai nabi itu disebut imam, tetapi disifati maksum.
Tetapi fungsinya sama, yakni untuk mengkafirkan siapa saja yang tidak mengimani
imam syiah. Namun karena hanya disebut Imam, maka umat Islam tidak mudah untuk
langsung mengerti bahwa itu sesat (karena tidak disebut nabi). Jadi tipuannya
lebih lihai dibanding Ahmadiyah.
Demikian
pula LDII yang hanya menyebut pemimpinnya Amir, padahal pemfungsiannya hampir
sama dengan Ahmadiyah walau tidak mengaku mendapatkan wahyu, hanya wajib manqul
(pemaknaan ayat dan hadits wajib hanya menukil) kepada Amir mereka. Maka siapa
saja yang ilmunya tidak manqul kepada Amir mereka dianggap tidak sah. Ini lebih
rumit lagi bagi yang awam, sehingga kurang faham bahwa itu sesat. Padahal pada
hakekatnya mirip Ahmadiyah hanya lebih lihai lagi. Ujung-ujungnya sama,
mengkafirkan selain jamaahnya. Hanya saja cara-caranya berbeda-beda.
Dengan cara
perbandingan semacam itu, para da’I yang sudah seharian ditatar dari pagi itu
ternyata tetap bersemangat sampai hampir pukul 22 malam.
Ketika malam
itu pemberian meteri telah selesai, mereka pun menyalami pembicara dan para
pemandu yakni Ustadz Jaya dan Ustadz Syauqi, lalu satu persatu berjalan menuju
kamar masing-masing untuk istirahat. Waktu shubuh, para da’i itupun berjama’ah
shubuh disertai para murid madrasah yang tampaknya mereka di gedung yang lain
juga mendapatkan bimbingan dari gurunya sambil berekreasi di daerah yang sejuk
itu di masa menjelang liburan sekolah.
Demikianlah
sekelumit kesan dari menatar para da’i dengan materi tentang aliran sesat, di
saat sedang ramainya masalah aliran sesat, di antaranya aliran sesat LDII
sedang dilaporkan ke polisi karena mengamuk dan mengadakan perusakan di masjid
Al-Hijri UIKA Bogor.
Aliran
aliran sesat ini biasanya ditimbulkan karena rasa keinginan yang besar
seseorang untuk menjadi seorang pemimpin karena ia merasa tidak puas dengan
jabatan yang ia miliki saat ini, oleh karena itu mereka memberikan aturan
aturan agama palsu dan menghasut orang orang untuk ikut mempercayai aturan yang
mereka ciptakan sendiri. orang orang seperti ini iyalah orang orang yang merasa
haus akan jabatan dan rasa hormat. Selain karena haus jabatan, biasanya orang
yang membuat aliran sesat ini juga ingin merauk keuntungan bukan hanya secara
materi tetapi juga secara jasmani. Contohnya saja pada aliran
ahmadiah yang melarang para wanitanya untuk menikah dengan laki laki selain
dari kaum ahmadiah itu sendiri, dan secara otomatis kaum wanita yang mempercayai aliran tersebut akan
menuruti aturan itu, dan para pria termaksud si pendiri dari aliran tersebut
akan dengan mudah mendapat wanita dari kaum wanita yang mengikuti ajaran
tersebut. Selain pemimpinnya pasti ada juga keuntungan yang dirasakan oleh para
pengikutnya. Biasanya para pengikut aliran sesat ini sudah diimingi imingi
suatu hal yang menguntungkan sehingga mereka ikut bergabung dalam aliran sesat
ini. Hal inilah yang mungkin menjadi misteri bagi saya sendiri kira kira
keuntungan apa yang mereka terima dangan mengikuti aliran islam yang sest ini.
Aliran sesat biasanya juga didirikan oleh
seseorang untuk menghancurkan suatu agama. Dengan menarik dan merekrut para
pengikut agama yang igin ia hancurkan, dengan demikian lambat laun banyak orang
dari agama tersebut mengikuti aliran yang sesat itu. Yang artinya pembuat
aliran itu telah berhasil menjalankan rencanya. Selain aliran sesat yang di buat dan diketuai oleh manusia ada
juga aliran sesat yang dibuat oleh manusia tetapi tidak diketuai oleh manusia
melainkan oleh makhluk halus yaitu kaum iluminati.
iluminati adalah sekumpulan orang orang yang
mempercayai dan memuja setan sebagai tuhan mereka. Iluminati ini biasanya
didasari karna faktor ingin cepat kaya atau menjadi terkenal. Para kaum
iluminati ini biasanya di lambangkan dengan mata satu, yang orang orang percaya
itu merupakn wujud dari dajal yang merupakan musuh paling besar dalam islam
saat menghadapi hari akhir nanti. Biasnya orang orang iluminati akan memberikan
tumbal untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Biasnya tumbal tersebut
adalah manusia yang diserahkan dalam tempo yang sudah ditentukan, dengan
demikian semua keinginannya akan dikabulkan oleh roh halus yang mereka puja.
Biasanya para pengikut iluminati ini akan memiliki tingkah laku yang aneh,
karena biasanya roh ini akan memberi syarat yang aneh kepada mereka dengan
melakukan hal hal yang tidak sewajarnya. Biasanya artis artis yang menjadi
aliran iluminati ini memiliki lagu lagu yang di ciptakan untuk memuja setan,
seperti yang kita ketahui artis paling kontroversial di dunia lady gaga
dikabarkan merupakan salah satu pengikut
aliran ini.
Aliran aliran sesat ini tentu saja jangan
sampai dibirakan berkembang diindonesia, pemerintah seharusnya ikut serta dalam
mengatasi aliran ini dengan cara mencari siapa pelaku pembuat aliran ini dan
menangkapnya tetapi disertai bukti. Tetapi yang paling dapat mencegah
penyebaran luas aliran sesat itu sendiri adalah diri kita masing masing .
Berusaha meningkatkan keimanan dalam diri kita adalah salah satu kunci dari mencegahnya menyebarnya aliran sesat tersebut oleh karena
itu dengan berpegang teguh pada ajaran agama yang kita peluk saat ini, insya
Allah kita tidak akan terpengaruh aliran aliran sesat tersebut walaupun nikmat
yang ditawarkan sangat menggiurkan.
Itulah beberapa contoh dari aliran sesat ,
mengapa mereka mengikuti aliran sesat, dan bagaimana supaya aliran sesat
tersebut tidak menyebar luas. Sekian tulisan yang saya buat, semoga bermanfaat
untuk para pembacanya. Terimakasih...
Sumber aliran sest islam
http://www.voa-islam.com/counter/liberalism/2013/06/21/25394/antara-aliran-sesat-syiah-ahmadiyah-dan-ldii-vs-jil/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar