Pengaruh pola asuh orang tua terhadap terhadap perkembangan perilaku anak
pada saat pertama kita lahir di dunia kita ini bagaikan selembar kertas putih yang belum ternoda sedikitpun, suci, bersih, belum tahu apa apa, dan belum tahu apa apa mengenai dunia. Saat kita lahir orang yang pertama akan kita lihat adalah orang tua. Sebelum mulai berinteraksi dengan dunia luar kita akan berinteraksi terlebih dahulu dengan orang tua. Orang tua adalah istitusi pertama kita, waktu kecil kita akan dihabiskan paling banyak dengan anggota keluarga terutama orang tua. Sebelum terjun ke masyarakat orang tua lah yang akan mengajari kita bagaimana cara kita bersikap tehadap orang lain di luar nanti. Orang tualah yang akan mengajarkan tentang norma agama seperti keharusan beribadah kepada sang pencipta, norma hukum seperti tidak boleh mengambil barang yang bukan hak kita, norma kesusilaan seperti berjabat tangan harus dengan tangan kanan, norma kesopanan seperti menyapa apabila bertemu dengan orang yang dikenal. Apa yang diajarkan orang tua sangatlah berpengaruh besar bagi tingkah laku kita saat dewasa nanti.Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pola asuh, menurut saya sendiri pola asuh adalah suatu cara yang diterpakan orang tua dalam membimbing anaknya. Seperti yang sudah kita ketahui ada beberapa contoh pola asuh yang diterpakan oleh orang tua seperti pola asuh otoriter yaitu pola asuh yang terlalu mengekang untuk melakukan apa yang orang tua itu kehendaki dan cenderu tidak memberi kebebasan anak untuk melakuakan apa yang si anak mau. Pola asuh ini biasnya membuat anak anak kehilanagan kesempatan mereka untuk bermain dengan teman temannya, karna orang tua yang memiliki pola asuh seperti ini tidak akan membiarkan anaknya pergi terlalu lama dan jauh dari pengawasan mereka. Mungkin anak yang di asuh dengan pola asuh cenderung menjadi anak yang pintar, tetapi tidak menutup kemungkinan kalau suatu saat anak yang di asuh dengan pola asuh ini ingin merasakan apa yang namanya kebebasan, seperti berbohong pada orang tuanya dan mengatakan akan mengerjakan tugas kelompok padahal ia ingin merasakan bagaimana rasnya bermain dengan bebas bersama teman teman sebayanya. Tetapi ada juga anak yang tetap menuruti perintah perintah orang tuanya karena iya merasa takut jika ketahuan berbohong dan akan di hukum oleh orang tuanya.
Kebalikan dari sifat otoriter tersebut ada yang bernama pola asuh permisif, yaitu pola asuh yang cenderung mengabaikan anaknya dan terlalu memberi kebebasan lebih tehadap anak. Pola asuh ini biasanya dimiliki oleh para pengusaha yang meyakini bahwa anaknya akan bahagia jika ia memberikan semua yang anaknya inginkan denga memberinya uang jajan yang berlebih, kendaraan mewah, gadget yang canggih, baju baju yang keren dan trendi dan semua fasilitas mewah lainnya tanpa bimbingan dak kasih sayang dari orang tua tersebut , dan mereka cenderung menyerahkan semua tanggung jawab untuk mengsuh anaknya kepada pembatu. Ini adalah pola asuh yang paling berbahaya. Karna tidak diawasi secara ketat maka ia akan melakukan apa saja yang ia inginkan dengan sesuka hati, seperti pulang larut malam karana asik bermain dengan teman temannya. Yang paling berbahaya adalah saat mereka mulai terjerumus pada pergaulan bebas, sex bebas, kemudian mulai mencoba apa yang namanya narkoba dan lain sebagainya. Anak anak yang diasuh dengan pola seperti ini juga akan merasa kurang kasih sayang oleh karna itu dia akan mencoba mencari masalah sehingga perhatian kedua orang tuanya bisa tertuju pada mereka.
Pola asuh selanjutnya yaitu pola asuh demokratis, pola asuh ini adalah pola asuh yang terletak di antara pola asuh permisif dan otoriter. Pola asuh ini adalah pola asuh yang memperbolehkan anaknya untuk melakukan apa yang iya mau selama itu tidak melanggar peraturan yang dibuat oleh orang tuanya dan tidak melanggar norma norma yang berlaku, pola asuh ini adalah pola asuh yang kebayakan digunakan orang tua karna paling efektif untuk membangun karakter yang bai pada anak. Pada pola asuh ini anak tidak terlalu dimaja jadi dia akan berusaha sendiri untuk mendapatkan yang ia mau apabila orang tuanya belum menghendaki untuk mengabulkannya. Pergaulannya tidak akan telalu bebas karna si anak sudah memiliki batasan batasan bermain, dan juga tidak akan menjadi terlalu kuper karna tidak ada larangan bermain dari orang tuanya. Ia tidak akan merasa kurang kasih sayang sehingga tidak akan berbuat yang aneh aneh. Pada pola asuh ini anak dan orang tua akan memiliki hubungan yang harmonis sehingga sang anak tidak aka segan untuk menceritakan masalah apa yang ia alami hari ini dan meminta solusi dari orang tuanya untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan baik. Sehingga lambat laun si anak akan memiliki fikiran yang dewasa hungga akhirnya ia dapat menyelesaikan masalahnya sendiri dengan baik.
Demikianlah pendapat saya tentang macam macam pola asuh orang tua dan bagaimana pengaruhnya terhadap prilakunya kedepanya, oleh karna itu saya anjurkan kepada orang tua untuk tidak terlalu mengkekan atau pun memberi kebebasan berlebih pada anak. Sekian artikel dari saya mohon maaf bila ada kata kata yang salah, terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar